!-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Tampilkan postingan dengan label BHS.INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BHS.INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2014


Deskripsi Pasar

Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.
Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi:

a. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya:

1) pasar tradisional
2) pasar raya
3) pasar abstrak
4) pasar konkrit
5) toko swalayan
6) toko serba ada

b. Sedangkan berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya:

1) pasar ikan
2) pasar sayuran
3) pasar buah-buahan
4) pasar barang elektronik
5) pasar barang perhiasan
6) pasar bahan bangunan
7) bursa efek dan saham.

Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.
Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan monopsoni).

Rabu, 05 November 2014


Secara umum teks observasi, deskriptif, eksposisi, eksplanasi dan cerpen itu seperti ini:

1.OBSERVASI =hasilobservasi di sekitar kita
2.DESKRIPTIF = menggambarkan sesuatu
3.EKSPOSISI  = gagasan atau pendapat
4.EKSPLANASI = proses terjadinya suatu peristiwa
5.CERPEN = menceritakan sesuatu

1.OBSERVASI 
Teks laporan hasil observasi terdiri atas definisi umum (pembukaan), deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Bagian definisi umum (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas. Deskripsi bagian berisi gambaran tentang sesuatu secara terinci. Sementara itu, deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi manfaat atau kegunaan.

Ciri-ciri teks observasi:

Struktur:
-definisi umum (pembukaan),
-deskripsi bagian, dan
-deskripsi manfaat.

Isi:
Definisi umum (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas.
Deskripsi bagian berisi gambaran tentang sesuatu secara terinci.
Deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi manfaat atau kegunaan. 

2.DESKRIPTIF
Teks tanggapan deskriptif disusun dengan struktur yang terdiri atas identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian. Bagian identifikasi berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya yang ada di dalam teks tersebut. Bagian klasifikasi berisi pengelompokan menurut jenis, kelompok, dsb., Sementara itu, deskripsi bagian berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut.

Ciri-ciri teks deskriptif:

Struktur:
-identifikasi,
-klasifikasi, dan
-deskripsi bagian.

Isi:
Identifikasi berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya yang ada di dalam teks tersebut.
klasifikasi berisi pengelompokan menurut jenis, kelompok, dsb.,
deskripsi bagian berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut. 

3.EKSPOSISI
Teks eksposisi disusun dengan struktur yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Bagian pernyataan pendapat (tesis) berisi tentang pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks. Bagian argumentasi berisi tentang argumen-argumen (alasan) yang mendukung pernyataan penulis, sedangkan penegasan ulang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).

Ciri- ciri teks eksposisi:

Struktur:
-pendapat (tesis),
-argumentasi, dan
-penegasan ulang pendapat.

Isi:
(tesis) berisi tentang pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks.
argumentasi berisi tentang argumen-argumen (alasan) yang mendukung pernyataan penulis
penegasan ulang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).

4.EKSPLANASI
Teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup/interpretasi (tidak harus ada). Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan. Bagian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. Sementara itu, bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi. Bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada. 

Struktur:
-pernyataan umum (pembukaan),
-deretan penjelasan (isi), dan
-interpretasi/penutup/interpretasi (tidak harus ada).

Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan.
Bagian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi.
Bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi. Bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada.


5.CERPEN
Teks cerita pendek disusun dengan struktur yang terdiri atas orientasi, komplikasi, dan resolusi. Bagian orientasi merupakan bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya. Bagian komplikasi berisi tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi dan harus ada. Jika masalah pada bagian ini tidak ada, penulis harus menciptakannya. Sementara itu, bagian resolusi berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.

Sruktur:
-orientasi,
-komplikasi, dan
-resolusi.

Isi:
 merupakan bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya.
komplikasi berisi tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi dan harus ada. Jika masalah pada bagian ini tidak ada, penulis harus menciptakannya.
resolusi berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.

Senin, 20 Oktober 2014

unsur bahasa


2.   KATA KERJA / VERBA 
 
3.   JENIS VERBA
 




4.   VERBA  TRANSITIF
      Adalah verba yang membutuhkan kehadiran nomina atau kata benda sebagai objek dalam kalimat aktif, dan objek itu dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif.
Contoh:
o   Adik membeli pensil di toko buku.
o   Ibu sedang membersihkan kamar itu.
o   Rakyat pasti mencintai pemimpin yang jujur.

a.    VERBA EKATRANSITIF
Adalah verba transitif yang diikuti satu objek.
Contoh:
o   Saya sedang mencari pekerjaan.
o   Ibu akan membeli baju baru.
o   Adik menyiram bunga.
b.   VERBA DWITRANSITIF
Verba yang dapat diikuti oleh dua nomina, satu sebagai objek dan satu lagi sebagai pelengkap.
Contoh:
o   Saya sedang mencarikan adik saya buku baru.
o   Ibu akan membelikan kakak baju baru.
c.    VERBA SEMITRANSITIF
Adalah verba yang objeknya boleh ada dan boleh juga tidak.
Contoh:
o   Ayah sedang membaca koran.

Bandingkan!

o   Ayah sedang membaca.

5.    VERBA TAKTRANSITIF
Adalah verba yang TIDAK memiliki nomina di belakangnya yang dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
     Contoh:
o   Maaf, Pak, Ayah sedang mandi.
o   Kami harus bekerja keras untuk membangun bangsa.
o   Petani di pegunungan bertanam jagung.

     CONTOH VERBA EKATRANSITIF
         
     CONTOH VERBA DWITRANSITIF      

     CONTOH VERBA SEMITRANSITIF
o    Makan
o    Menulis
o    Menyimak
o    Minum
o    Menonton
o    Membaca

     Contoh Verba Taktransitif  yang Tak Berpelengkap
 
     Contoh Verba Taktransitif yang Berpelengkap Wajib 
     
     Contoh Verba Taktransitif yang Berpelengkap Manasuka
6.   KALIMAT PASIF
Kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan.
Contoh:
o   Pak Amir mengangkat pegawai baru.
o   Pak Amir : subjek
o   Mengangkat : predikat
o   Pegawai baru : objek

Kaidah pembentukan kalimat pasif
Cara I:
1)   Pertukarkanlah S dengan O.
2)   Gantilah prefiks meng-       dengan di- pada P.
3)   Tambahkan kata oleh di muka unsur yang tadinya S.
Contoh:
Pak Amir mengangkat pegawai baru.
           S                 P                     O
          Menjadi

Pegawai baru diangkat Pak Amir.
                 S             P           O
          Atau

Pegawai baru diangkat oleh Pak Amir.
Cara kedua:
v  Kaidah ini berlaku untuk kalimat yang  subjeknya kata ganti orang.
v  Jika subjek kata ganti orang ketiga atau nama diri yang pendek  dapat diberlakukan kaidah  I atau II.

1)   Pindahkan O ke awal kalimat.
2)   Tanggalkan prefiks meng- pada P.
3)   Pindahkan S ke tempat yang tepat sebelum verba.
Contoh:
Saya   sudah mencuci  mobil itu.
            S                    P                    O
          Mobil itu   sudah saya cuci.
               O                S           P
Contoh:
*      Mereka akan membersihkan ruangan ini.
*      Ruangan ini akan mereka bersihkan.
Atau
*      Ruangan ini akan dibersihkan oleh mereka.